06.02.09
Unand Umumkan Penerima PMDK 2009 Melalui Internet
PADANG–Universitas Andalas mengumumkan calon mahasiswa yang lolos seleksi penjaringan (Seleksi Non Ujian Tulis) atau dulu disebut PMDK melalui website www.unand.ac.id/
, mulai hari ini, Kamis (28/5/2009)
Pembantu Rektor 1 Universitas Andalas Profesor Novesar Jamarun mengatakan, selain mengumumkan melalui website Unand, pemberitahuan juga dikirimkan ke Dinas Pendidikan Sumbar, Riau, jambi, Bengkulu, Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Sumsel, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kepulauan Riau.
Calon mahasiswa yang lolos seleksi non tulis tersebut disahkan melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Andlas No. 455/XIII?Unand-2009 tertanggal 26 Mei lalu.
“Peserta yang lolos seleksi ini harus lulus Ujian Nasional 2009, jika tidak maka penerimaannya menjadi batal,” kata Novesar, kemarin.
Bagi peserta yang lolos seleksi penjaringan jurusan IPA ini diharuskan mendaftar ulang 1 Juli mendatang di Auditorium Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang dan tidak boleh diwakilkan.
Sedang peserta IPS diharuskan mendaftar pada 2 Juli di tempat yang sama dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan.
Bagi anda yang ingin mnegetahui nama-nama calon mahasiswa yang lolos PMDK serta persyaratan pendaftaran, dapat diakses melalui website http://www.unand.ac.id/
CARA PEMBAYARAN BIAYA PENDAFTARAN MASUK UNIV. INDONESIA
Pembayaran biaya pendaftaran dilakukan melalui mekanisme Host-to-host Universitas Indonesia, dimana pendaftar dapat membayar biaya pendaftaran melalui ATM/Teller/Internet Banking beberapa bank seperti tertera pada daftar di bawah.
Pilihan Cara Pembayaran
- ATM: Bank BNI, Bank Mandiri (ditutup sementara dalam rangka pemeliharaan), Bank Permata, Bank Bukopin
- Teller: Bank BNI, Bank BTN
- Internet Banking: Bank Mandiri
- Self Service Terminal (SST): Bank Niaga
Cara Pembayaran Melalui ATM
Bank BNI
- Pilih menu Pembayaran
- Pilih menu Berikutnya
- Pilih menu Universitas
- Pilih menu UI/Universitas Indonesia
- Masukkan 9 angka nomor registrasi untuk NPM (Nomor Pokok Mahasiswa)
- Layar akan menampilkan nomor registrasi, nama pendaftar, dan jumlah biaya yang akan dibayar
- Tekan “Ya/Benar” untuk melakukan pembayaran
Bank Mandiri (ditutup sementara dalam rangka pemeliharaan)
- Pilih menu Pembayaran/Pembelian
- Pilih Multi Payment
- Masukkan kode perusahaan 10003 (UI) lalu tekan BENAR
- Masukkan 9 angka nomor registrasi lalu tekan tombol BENAR
- Layar akan menampilkan identitas dan jumlah pembayaran; tekan 1 jika data sesuai
- Untuk melakukan eksekusi, tekan “YA”, untuk pembatalan tekan “TIDAK”
ATM Bank Permata
- Pilih menu Transaksi Lainnya
- Pilih menu Pembayaran
- Pilih menu Pendidikan
- Masukkan nomor pelanggan sebagai berikut: Kode Institusi + Nomor Registrasi Contoh: 050 Kode Institusi UI 708000001 Nomor Registrasi
- Selanjutnya ikuti petunjuk pada mesin ATM
Bank Bukopin
- Pilih menu pembayaran Universitas Indonesia, lalu ikuti petunjuk selanjutnya di mesin ATM.
- Pastikan Anda memasukkan nomor registrasi yang benar
- Periksa kesesuaian nama pendaftar yang muncul pada layar ATM
- Periksa kesesuaian jumlah biaya yang ditagihkan
- Simpan resi pembayaran ATM sebagai bukti pembayaran
- Bukti pembayaran akan diserahkan pada saat melakukan registrasi administrasi
BOS TAHUN 2009 dan BEBAS BIAYA SEKOLAH
Sesuai surat edaran Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 186/MPN/KU/2008 tanggal 8 Desember 2008 tentang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Ajaran 2009. Untuk itu, dengan hormat diinformasi pada Saudara hal- hal sebagai berikut :
1. Bahwa anggaran BOS untuk tahun 2009 dinaikan rata-rata 50%, sehingga besaran BOS menjdi :
a. Untuk SD/MI Negeri dan Swasta = Rp. 400.000,- /siswa/tahun
b. Untuk SMP/MTs Negeri dan Swsta = Rp. 575.000,- /siswa/tahun
2. Jumlah satuan biaya BOS tersebut termasuk untuk pembelian buku teks. Ketentuan lebih lanjut akan diatur melalui petunjuk teknis dari Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. Dengan kenaikan kesejahteraan guru PNS dan kenaikan BOS sejak Januari 2009, semua SD dan SMP negeri harus membebaskan siswa dari biaya operasional sekolah kecuali sekolah pada kategori Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).
4. Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota mengendalikan pungutan biaya operasioanl di SD dan SMP swasta, sehingga dari keluarga siswa miskin yang terdaftar pada SD dan SMP swasta, bebas dari pungutan untuk biaya operasional sekolah dan tidak ada pungutan berlebihan kepada siswa yang berasal dari keluarga mampu.
5. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota wajib mensosialisasikan dan melaksanakan kebijakan BOS 2009 serta memberikan sanksi kepada pihak yang melanggarnya.
Peningkatan Mutu Harus Tepat Sasaran, Terkait Penambahan Dana BOS
![]() |
| Klik untuk melihat foto lainnya… |
| Kebijakan penambahan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sebesar 50 persen pada tahun anggaran 2009, harus disikapi serius oleh Pemko Padang. Jangan sampai, alokasi anggaran tersebut nantinya tidak tepat sasaran dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Hal itu dikemukakan Ketua Komisi D DPRD Kota Padang Syahbuddin BSW. Pemko harus benar-benar membenahi pengelolaan dana BOS, agar peruntukkannya jelas, dan berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Padang. ”Untuk melaksanakannya, kita akan mengundang Dinas Pendidikan (Disdik), mengetahui evaluasi BOS tahun lalu, serta strategi apa yang akan digunakan jika memang dana BOS benar-benar ditambah,” ujar Syahbuddin, di ruang kerjanya usai rapat paripurna, kemarin. Selama ini, lanjut peruntukkan dana BOS sebagian besar boleh dikatakan sudah berhasil. Namun memang masih ada masalah akibat pungutan pihak sekolah, yang cenderung memberatkan orangtua siswa. ”Dengan ditambahnya anggaran BOS, kita berharap orangtua siswa tidak lagi dibebankan biaya yang terlalu mahal,” tandas kader PBB ini. Untuk mengawasi distribusi dana BOS nantinya, Syahbuddin menegaskan, Pemko harus mengoptimalkan potensi pengawas sekolah, sehingga tidak ada lagi oknum yang berani bermain dengan dana BOS yang notabene adalah untuk siswa dan pembangunan sekolah. ”Pengawas sekolah tidak lagi hanya sekali-sekali mengawasi sekolah, namun harus kontinu, bila perlu sekali sebulan, atau dua kali dalam sebulan. Dan yang terpenting, Disdik harus menempatkan orang yang tepat untuk itu,” tambahnya. Di tingkat dinas, juga harus dibentuk tim untuk menghimpun data pengawasan distribusi BOS dari sekolah, sehingga tingkat penyimpangan akan semakin kecil. ”Orientasi kita harus jelas untuk peningkatan mutu pendidikan, bukan kepentingan oknum atau kelompok tertentu,” ulas Syahbuddin. Ditemui terpisah, Wali Kota Padang Fauzi Bahar menyebutkan, pihaknya memang sudah mendengar bahwa Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo akan menambah anggaran dana BOS, namun hingga saat ini belum ada pembicaraan di tingkat Pemko untuk melakukan persiapan. ”Kita akan agendakan pertemuan dengan dinas pendidikan tentang hal tersebut, agar nanti tidak ada persoalan dalam distribusinya,” kata Fauzi. Seperti diberitakan sebelumnya, Mendiknas Bambang Sudibyo tengah mengajukan usulan besaran dana BOS tahun mendatang hingga 50 persen. Besaran dana BOS tahun 2008 yang bernilai Rp11,2 triliun. Menurut Bambang, alokasi anggaran untuk pendidikan tahun depan diusahakan memenuhi tuntutan konstitusi sebesar 20 persen dari total APBN atau sebesar Rp224 triliun. Target tersebut, selain diikuiti dengan kenaikan tunjangan dan gaji guru, juga akan diiringi dengan kenaikan dana BOS. (li) |
Bank Dunia Beri Utang Rp5,7 T, Dukung Pembiayaan BOS
Dewan Direksi Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman USD 600 juta (sekitar Rp5,7 triliun) untuk mendukung dan meningkatkan program pendidikan di Indonesia melalui bantuan operasional sekolah (BOS). Diharapkan, dengan bantuan itu, akses pendidikan bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Joachim von Amsberg menyatakan, BOS merupakan contoh sempurna pengeluaran negara untuk publik. Dia yakin BOS bisa mendorong perubahan kelembagaan di negara berpendapatan menengah yang dinamis seperti Indonesia. ”Saya yakin program BOS akan sukses di Indonesia,” tegasnya di Jakarta kemarin (9/10).
Program pinjaman untuk tahun anggaran 2008 bernama BOS-KITA (bantuan operasional sekolah-knowledge improvement for transparency and accountability) tersebut, kata dia, ditujukan untuk membantu membiayai kegiatan yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Misalnya, pelatihan guru. Menurut dia, investasi itu mencerminkan pendekatan baru Bank Dunia, yaitu skema refinancing atau penggantian sebagian pembiayaan proyek lepas.
Dalam dua tahun mendatang, kata dia, BOS-KITA akan membiayai sampai USD 600 juta untuk program BOS di Indonesia dari total USD 2 miliar (sekitar Rp19 triliun). Program tersebut juga akan digunakan menyediakan sebagian hibah BOS kepada SD dan SMP swasta melalui Depdiknas. Dengan demikian, program itu akan semakin mendukung komitmen pemerintah atas pengelolaan keuangan berbasis sekolah dengan memperkuat komite sekolah, terutama dalam perencanaan serta pengawasan pengeluaran BOS.
Amsberg menjelaskan, elemen utama keberhasilan BOS-KITA adalah transparansi. Yakni, rencana tahunan penggunaan dana BOS dan laporan pengeluaran kuartal akan dipasang secara terbuka di papan pengumuman sekolah. ”Program ini mereplikasi salah satu pelajaran terpenting yang dipelajari dari mekanisme pengembangan masyarakat. Yaitu, tekanan sosial dari masyarakat setempat. Mereka yang memiliki informasi dapat menjadi pengaruh positif dalam mengurangi korupsi dan penyalahgunaan dana,” ungkapnya. (*)
Dana BOS Dapat Tambahan Dari Belanda
Maksimalkan Program BOS, Belanda Beri Hibah Rp219 Miliar
Pemerintah Belanda menghibahkan dana USD 20 juta (sekitar Rp 219 miliar) untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana sebesar itu diberikan untuk memaksimalkan program dan menjamin dana BOS tepat sasaran.
’’Kami yakin dukungan ini menjadi nilai tambah untuk program BOS,’’ kata Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda Ad Koekkoek saat berkunjung ke SDN 01 Kelurahan Gunung, Jakarta Selatan, kemarin (15/12).
Koekkoek mengatakan, pemerintah Belanda berharap dana tersebut digunakan untuk membentuk dan mengelola manajemen berbasis sekolah. Tujuannya, untuk memutus mata rantai birokrasi pendidikan sehingga kebijakan sekolah dapat diambil secara demokratis dan efisien.
Bantuan tambahan ini, akan menguntungkan program BOS karena tepat sasaran menjangkau keluarga yang lebih membutuhkan bantuan. Selain itu, sekaligus mendorong pengawasan aliran dana kepada orang tua murid dan masyarakat secara lebih aktif.
Koekkoek mengaku sempat mendapat laporan bahwa dana BOS dipakai untuk membayar guru tambahan pelajaran bahasa Inggris, komputer, dan musik. Di lain sekolah, digunakan untuk pembelian buku-buku pelajaran atau pemeliharaan gedung sekolah.
’’Yang penting, setiap sekolah dapat memutuskan sendiri penggunaan dana itu dengan benar dan tidak dimanipulasi,’’ terangnya. Pemerintah Belanda sendiri telah memberikan bantuan kepada sektor pendidikan di Indonesia tahun ini lebih dari USD 57 juta (sekitar Rp 624 miliar).
Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Sekditjen Mandikdasmen) Depdiknas Bambang Indrianto mengungkapkan, program BOS dipilih karena pelaksanaannya selama ini dianggap sukses. Sebab, mampu menjangkau banyak siswa, penyalurannya lancar, dan tingkat penyimpangannya rendah.
Bambang berharap ada komitmen dan dukungan dari pemda untuk menambah kekurangan dana BOS, sehingga pemerintah dapat merealisasikan pendidikan dasar gratis bagi seluruh masyarakat. “Peran semua pihak diperlukan agar impian pendidikan gratis tercapai,” tegas dia.
Managing Director Bank Dunia Juan Jose Daboub menilai pemerintah Indonesia sudah tepat menerapkan program BOS. Bank Dunia, kata dia, mendukung program BOS melalui program BOS KITA.
’’Program BOS KITA bertujuan mempermudah akses ke pendidikan bermutu untuk semua anak usia tujuh hingga lima belas tahun,’’ tuturnya.
SELAMAT DATANG DI SMPN 34 PADANG
SELAMAT DATANG DI BLOG SMPN 34 PADANG
BLOG INI DIPERGUNAKAN UNTUK MEMBUAT BERITA TENTANG SEKOLAH SMPN 34 PADANG, PELAJARNYA, DAN ALUMNINYA SERTA BERITA LAINNYA YANG DIANGGAP PERLU DAN PENTING.
KAMI MASIH MEMBUTUHKAN SARAN/COMMENT DARI PEMBACA BLOG INI.
TERIMA KASIH.

